This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 16 Oktober 2016

MAKALAH TENTANG PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

MAKALAH
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL








DISUSUN OLEH :
ABI FEBRIYANTO
NPM. 1601****





JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
STMIK DHARMA WACANA
KOTA METRO
2016/2017


KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Pancasila Sebagai Ideologi Nasional”, yang mana makalah ini disususn bertujuan untuk memenuhi tugas dan memberikan informasi serta pengetahuan tambahan bagi para pembaca.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbtasan dalam penyajian data dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini berguna dan dapat menambah pengetahuan pembaca.

Demikian makalah ini penulis susun, apabila ada kata- kata yang kurang berkenan dan banyak terdapat kekurangan, penulis mohon maaf yang sebesar - besarnya.




Metro, 15 Oktober 2016



Penulis



DAFTAR ISI

SAMPUL.......................................................................................................................   i
KATA PENGANTAR .................................................................................................   ii
DAFTAR ISI ..............................................................................................................   iii
BAB I  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang .................................................................................................   1
1.2  Rumusan Masalah.............................................................................................  1
1.3  Tujuan................................................................................................................ 1
1.4  Manfaat  ...........................................................................................................  2
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Pancasila .........................................................................................  3
2.2  Pengertian Ideologi ..........................................................................................   7
2.3  Pancasila Sebagai Ideologi Nasional ................................................................  9
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan.......................................................................................................  13
3.2  Saran ................................................................................................................  13
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................  14



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Seluruh negara-negara didunia ini pasti memiliki suatu landasan atau dasar yang kita kenal dengan Ideologi. Karena ideolgi merupakan  merupakan dasar atau ide atau cita-cita negara tersebut untuk semakin berkembang dan maju. Indonesia merupakan salah satu dari negara-negara didunia juga merupakan satu dari sepuluh negara di Asean. Indonesia menganut paham demokratis yang terbentuk dengan pemerintahan adalah republik dibawah pimpinan seorang presiden. Presiden dalam memimpin  bangsa Indonesia dia tidak bisa mengandal visi dan misinya sendiri untuk mencapai cita-cita bangsa, oleh karena itu harus memiliki suatu dasar atau landasan yang dapat dijadikan sebagai patokan. Ideologi  negara Indonesia adalah Pancasila, pancasila bukan Ideologi negara bagi sebagian atau daerah-daerah tertentu saja tetapi menyuluruh, terkadang perbedaan pendapat dalam mengartikan dasar negara maka terjadilah pertikaian.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menuliskan Pancasila sebagai Ideologi Nasional.

1.2    Perumusan Masalah
Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, agar dalam penulisan ini penulis memperoleh hasil yang diinginkan, maka  penulis mengemukakan beberapa rumusan masalah. Rumusan masalah itu adalah :
1.    Apakah yang dimaksud Pancasila?
2.    Apakah yang dimaksud Ideologi ?
3.    Apakah yang dimaksud Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

1.3    Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain:
1.    Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Kwarganegaraan.
2.    Untuk mengetahui apa itu Pancasila.
3.    Untuk mengetahui apa itu Ideologi
4.    Untuk mengetahui apa itu Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

1.4    Manfaat
Manfaat yang didapat dari makalah ini adalah:
1.    Mahasiswa dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai pancasila.
2.    Mahasiswa dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai ideologi.
3.    Mahasiswa dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai pancasila sebagai ideologi nasional.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Pancasila
Pancasila berasal dari bahasa sanskerta Panca dan Sila yang berarti lima nilai. Pancasila merupakan salah satu filsafat yang merupakan hasil dari pencerminan nilai-nilai luhur dan budaya bangsa indonesia yang terkandung 5 isi di dalamnya, yaitu satu, ketuhanan yang maha esa, dua, kemanusiaan yang adil dan beradab, tiga, persatuan indonesia, keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebikjasanaan dan permusayawaratan, perwakilan, kelima, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

1.    Asal usul lahirnya pancasila
Setiap orang pasti memiliki asal-usul misalnya asal usul nenek moyang kita, begitu pula dengan Pancasila yang kita kenal sebagai filsafat negara atau dasar negara itu lahir atau muncul tidak secara kebetulan tetapi mempunyai asal-usul. Asal usul lahirnya pancasila terbagi menjadi dua bagian besar yakni ; asal usul pancasila secara langsung dan asal usul pancasila tidak secara langsung. Berikut ini penjelasan mengenai asal usul pancasila baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
           a.     Asal usul pancasila secara langsung
Sebelum membahas kedalam mengenai asal usul pancasila secara langsung kita harus tahu makna secara langsung. Secara langsung berarti sesuatu yang terjadi itu sudah ada dan tanpa perantara. Dalam hal ini pancasil lahir secara langsung berarti sesudah dan menjelang kemerdekaan. Dalam bukunya Notonegoro menuliskan bahwa rincian-rincian pancsila secara langsung adalah sebagai berikut :
           b.    Asal usul bahan
Asal usul bahan yang dimaksudkan adalah bahan atau materi dari pancasila itu sendiri yang  dikenal dengan istilah Kausa Materialis dan itu adalah kepribadian dan pandangan hidup bangs Indonesia sendiri. Unsure-unsur dalam asal-usul bahan dan berupa nilai-nilai yakni nilai religious, nilai adat istiadat dan budaya.
           c.     Asal usul bentuk
Asal usul bentuk atau kausa formalis yang dimaksudkan adalah bentuk, nama dan rumusan dari pancasila itu sendiri sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang merupakan pemikiran dari Ir. Soekarno dan Moh. Hatta
         d.    Asal usul karya
Asal usul karya atau kausa effisien yang dimaksudkan adalah sesuatu yang dihasilkan dan merupakan karya cipta yang ditetapkan sebagai calon dasar negara menjadi dasar negara yang disahkan oleh PPKI.
          e.     Asal usul tujuan
Asal usul tujuan atau dikenal dengan sebutan kausa finalis adalah tujuan dari pancasila itu sendiri yang diinginkan oleh para tokoh nasional sebelum disahkan menjadi Dasar Negara yang sah.
          f.     Asal usul pancasila tidak langsung
Tidak secara langsung berarti munculnya pancasila itu melalui perantaraan-perantaan yang dalam sejarah dicatat bahwa sebelum proklamasi kemerdekaan yang terdapat pada kepribadian serta dalam pandangan hidup sehari-hari bangsa Indonesia. Adapun rincian asal usul pancasila tidak langsung adalah sebagai berikut :
1.    Nilai-nilai Ketuhanan, Nilai Kemanusiaan, Nilai Kerakyatan dan Nilai Keadilan.
2.    Penuntun dan petunjuk arah bagi bangsa Indonesia dalam semua kegiatan dan aktivitas hidup serta kehidupan disegala bidang. Inilah nilai dan petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang merupakan perantaraan lahirnya pancasila yang perwujudan dari nilai-nilai religious dan adat istiadat

2.    Bangsa Indonesia dalam berpancasila memiliki tiga asas  (tri pakarsa)
Berdasarkan dengan nilai-nilai adat istiadat, nilai budaya dan nilai religious yang telah digali dan diwujudkan dalam rumusan pancasila yang kemudian disahkan sebagai dasar negara pada hakikatnya telah menjadikan bangsa Indonesia berpancasila dalam tiga asas. Tiga asas itu adalah sebagai berikut :
           a.     Asas Kebudayaan
Asas kebudayaan, bahwasanya unsure-unsur dan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebelum disahkan menjadi dasar negera Indonesia, pancasila itu sejarah yudiris telah ada dan dimiliki oleh bangsa Indonesia dan itu menjadi asas-asas dalam adat istiadat dan kebudayaan.
          b.    Asas Religius
Asas religius, bahwasanya unsure-unsur dan nilai-nilai yang  terkandung dalam pancasila sebagai dasar negara Indonesia sudah ada dan sebagai asas-asas dalam agama, yang mengakar dan kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Asas Kenegaraan
      c.     Dari unsure-unsur dan nilai-nilai pada pancasila yang telah diformatkan pancasila telah dirumuskan dan disahkan oleh para pendiri negara, karena pancasila itu merupakan jati dir bangsa sehingga ditetapkan sebagai asas kenegaraan.

3.    Kedudukan dan fungsi Pancasila
Pancasila adalah nilai-nilai dasar yang sudah ada dan berkembang bersama dengan bangsa Indonesia, kenapa dikatakan bahwa pancasila itu itu sudah ada karena dalam proses lahirnya atau asal-usul pancasila itu terjadi yang pertama secara langsung telah dikatakan bahwa nilai-nilai pancasila itu sudah ada dalam keagamaan dan adat istiadat. Kedudukan dan fungsi pancasila secara umum ada dua yakni sebagagai dasar negara Indonesia dan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Ada orang yang menyatakan bahwa fungsi dari pancasila itu adalah sebagai alat pemersatu bangsa, itu sangat salah dan mereka keliru mengartikan fungsi dari pancasila itu sendiri, sebab pancasila dikatakan sebagai alat berarti pancasila itu digunakan disaat-saat tertentu dan untuk kepentingan-kepentingan tertentu saja sama hal dengan alat. Adapun kedudukan dan fungsi dari pancasila sebagai dasar negara adalah sebagai berikut :
a.    Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Manusia yang dalam kehidupannya sehari-hari yang merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dalam memperjuangkan hidup dan mencapai tujuan hidup pasti harus memiliki suautu pandangan atau nilai-nilai yang baik. Pandangan atau nilai-nilai yang baik itu untuk dijadikan sebagai patokan dalam menyusun cerita kehidupan. Dalam kaitannya dengan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa memberikan suatu pedoman atau kekuatan rohania bagi diri bangsa Indonesia untuk berperilaku luhur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga pandangan hidup pancasila itu dijabarkan dalam pembukaan UUD 1945 yang merupakan cita-cita mulia bangsa Indonesia yang harus tercapai dan sekarang dalam proses menuju financial dan perwujudan dari pancasila sebagai dasar negera Indonesia.
b.    Pancasila sebagai dasar negara republic Indonesia
Dasar merupakan sesuatu yang sangat berarti dan sangat berperan penting dalam penentuan arah dan cita-cita yang diinginkan. Dalam kaitannya dengan pancasila sebagai dasar negara republic Indonesia memberikan arti bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan ketatanegaraan republic Indonesia harus berdasarkan pada pancasila.
Menurut Kaelan kedudukan pancasila sebagai dasar negara dapat diringcikan sebagai berikut :
·      Pancasila sebagai dasar negara adalah merupakan sumber dari segala sumber hokum bangsa Indonesia, sehingga pancasila merupakan asas kerokhanian tertib hokum Indonesia
·      Meliputi suasana kebatinan dari Undang-Undang Dasar 1945
·      Mewujudkan cita-cita hokum bagi hokum dasar tertulis maupun tidak tertulis.
·      Mengandung norma yang mengharuskan Undang-Undang Dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan penyelenggaraan negara memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.
·      Pancasila sebagai sumber semangat bagi Undang-Undang Dasar 1945, bagi penyelenggara negara, dan para pelaksana pemerintah.
·      Pancasila sebagai ideology bangsa dan negara
Sebagai suatu ideology bangsa dan negara pancasila itu bukan merupakan perwujudan dari perenungan atau pemikiran seorang atau kelompok sebagaimana ideology-ideologi yang dimiliki oleh negara lain, tetapi pancasila itu diangkat dari nilai-nilai budaya, adat istiadat juga nilai religious serta pandangan hidup yang dimiliki bangsa Indonesia sebelum membentuk negara Indonesia.

2.2    Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari kata idea dan logos. Idea berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, ide-ide dasar, cita-cita. Kata idea berasal dari bahasa Yunani, eidos yang berarti bentuk atau idein yang berarti melihat. Idea dapat diartikan sebagai cita-cita, yaitu cita-cita yang bersifat tetap dan akan dicapai dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, cita-cita ini pada hakikatnya merupakan dasar, pandangan, atau faham yang diyakini kebenarannya. Sedangkan logos berarti ilmu. Secara harfiah, ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide (the sciene of ideas), atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar.
Istilah “ideologi” pertama kali dilontarkan oleh seorang filsuf Perancis, Antoine Destutt de Tracy pada tahun 1796 sewaktu Revolusi Perancis tengah menggelora. Tracy menggunakan istilah ideologi guna menyebut suatu studi tentang asal mula, hakikat, dan perkembangan ide-ide manusia, atau yang sudah dikenal sebagai “Science of Ideas”. Gagasan ini diharapkan dapat membawa perubahan institusional dalam masyarakat Perancis. Namun, Napoleon mencemoohnya sebagai suatu khayalan yang tidak memiliki nilai praktis. Pemikiran Tracy ini sebenarnya mirip dengan impian Leibnitz yang disebut one great system truth.
Pokok-pokok pikiran yang perlu dikemukakan mengenai ideologi adalah sebagai berikut:
    1.    Bahwa ideologi merupakan sistem pemikiran yang erat kaitannya dengan perilaku manusia. Kecuali itu, ideologi merupakan serangkaian pemikiran yang berkaitan dengan tertib sosial dan politik yang ada dan berupaya untuk merubah atau mempertahankan tertib sosial dan politik yang bersangkutan.
   2. Bahwa ideologi, disamping mengemukakan program juga menyertakan strategi guna merealisasikannya.
     3.      Bahwa ideologi dapat dipandang sebagai serangkaian pemikiran yang dapat mempersatukan manusia, kelompok, atau masyarakat, yang selanjutnya diarahkan pada terwujudnya partisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial politik.
      4.      Bahwa yang bisa merubah suatu pemikiran menjadi ideologi adalah fungsi pemikiran itu dalam berbagai lembaga politik dan kemasya-rakatan.
a.    Ideology terbuka dan ideology tertutup
Ideology sebagai suautu sistem pemikiran, maka ideology terbuka itu merupakan suatu sistem pemikiran yang terbuka sedangkan ideology tertutup itu merupakan suatu sistem pemikiran yang tertutup. Ideology itu bukan cita-cita yang  sudah hidup dalam masyarakat, melainkan merupakan cita-cita suatu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan mempengaruhi masyarakat.
b.       Ideology particular dan komprehensif
Pengetahuan mengenai ideology dilihat bukan hanya dari segi dasar hokum tetapi semua segi, dari segi sosiologi ideology dibedakan menjadi dua macam yakni ideology yang bersifat particular dan ideology yang bersifat komprehensif. Ideology yang bersifat particular artinya suatu keyakinan yang tersusun secara sistematis yang terkait erat dengan suatu kelas sosial dengan masyarakat, sedangkan idelogi komprehensif adalah suatu pemikiran menyeluruh mengenai semua aspek kehidupan sosial dalam kategori kedua ini bercita-cita melakukan transformasi sosial secara besar-besaran.
c.       Hubungan antara filsafat dengan ideology
Filsafat adalah pandangan hidup dan hakikatnya merupakan sistem yang secara epistemology kebenarannya telah diyakini sehingga dijadikan dasar atau pedoman hidup manusia dalam memandang realitas kehidupan manusia. Ideology sebagai suatu rangkaian kesatuan cita-cita yang mendasar dan menyeluruh yang saling menjalin menjadi satu sistem pemikiran yang logis dan bersumber kepada filsafat.

   2.3    Pancasila Sebagai Ideologi Nasional
              1.    Karakteristik Pancasila Sebagai Ideologi Nasional
Suatu dasar atau filsafat yang akan dijadikan menjadi pedoman yang sangat berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara setidakya harus memiliki karakteristik-karakteristik tertentu sehingga dalam penetapannya dapat diterima dan dilaksanakan sesuai dengan yang telah dimiliki dan ditetapkan itu, begitu juga dengan pancasila sebagai ideology nasional, yang dimaksud dengan karakteristik adalah ciri khas yang dimiliki oleh pancasila yang dapat diakui sebagai idelogi nasional yang berbeda dengan ideology lain. Karakreristik ini berhubungan dengan sifat positif bangsa Indonesia yang memiliki pancasila. Adapun karakteristik-karakteristik tersebut adalah :
Pertama, Tuhan Yang Maha Esa
Merupakan pengakuan bangsa Indonesia akan eksistensi Tuhan sebagai pencipta dunia dengan segala isinya. Karena itu sebagai umat yang berTuhan harus taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kedua, Penghargaan kepada sesama umat manusia apapun suku bangsa dna bahasanya. Sebagai umat manusia kita adalah sama dihadapan Tuhan Yang Maha Esa. Ciri ini sesuai dengan sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradap. Adil dan beradap berarti bahwa adil adalah perlakuan yang sama terhadap sesama manusia dan beradap berarti perlakukan yang sama itu sesuai dengan derajat kemanusiaan. Atas dasar ini kita menghargai HAM dan kewajiban-kewajibannya.
Ketiga, bangsa Indonesia menjunjung tinggi persatuan bangsa. Didalam persatukan inilah dibina kerja sama yang harmonis., dan dalam hubungan ini bangsa Indonesia menempatkan diri diatas kepentingan bersama. Pengorbanan untuk kepentingan bangsa, lebih ditempatkan daripada pengorbanan untuk kepentingan pribadi, ini bukan berarti melupakan kepentingan pribadi tetapi sebagai umat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa kehidupan pribadi itu menjadi yang terutama. Dengan demikian bukan berarti bahwa bangsa Indonesia dikorbankan.
Keempat, bahwa kehidupan kita dalam kemasyarakatan dan bernegara berdasarkan atas sistem demokrasi, yakni demokrasi Pancasila. Hal ini tertuang dalam sila keempat yaitu kerakyatan yang dipinpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perawakilan. Dalam menjalankan demokrasi kita mementingkan akan musyawarah.
Kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Cita-cita bangsa kita Indonesia sejak dulu adalah keadilan dna kemakmuran. Sistem pemerintahan yang bangsa Indonesia anut dengan bertujuan untuk tercapainya cita-cita bangsa Indonesia itu sendiri.
Demikian pokok karasteristik pada Pancasila. Karakteristik yang satu tidak dapat dipisahkan dari yang lain, karena Pancasila  merupakan suatu kesatuan, keutuhan yang saling berkaitan. Namun semuanya itu berasaskan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

            2.    Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi nasional
Nilai Pancasila yang terkandung didalamnya merupakan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan. Nilai-nilai merupakan dasar bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Nilai-nilai Pancasila tergolong nilai kerokhanian yang didalamnya terkandung nilai-nilai lainnya secara lengkap dan harmonis, baik nilai material, nilai vital, nilai kebenaran (kenyataan), nilai estetis, nilai etis maupun nilai religius. Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi  bersifat objektif dan subjektif, artinya hakikat nilai-nilai Pancasila adalah bersifat universal (berlaku dimanapun), sehingga dimungkinkan dapat diterapkan pada negara lain. Jadi kalau ada suatu negara lain menggunakan prinsip falsafah, bahwa negara berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan, maka Negara tersebut pada hakikatnya menggunakan dasar filsafat dari nilai-nilai Pancasila.
Nilai-nilai Pancasila bersifat objektif, maksudnya adalah:
a.    Rumusan dari sila-sila Pancasila itu sendiri memiliki makna yang terdalam menunjukkan adanya sifat-sifat yang umum universal dan abstrak karena merupakan suatu nilai.
b.    Inti dari nilai Pancasila akan tetap ada sepanjang masa dalam kehidupan bangsa Indonesia baik dalam adat kebiasaan, kebudayaan, kenegaraan maupun dalam kehidupan keagamaan.
c.    Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai pokok kaidah negara yang mendasar, sehingga merupakan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.
Sedangkan nilai-nilai Pancasila bersifat subjektif, terkandung maksud bahwa keberadaan nilai-nilai Pancasila itu bergantung atau terlekat pada bangsa Indonesia sendiri. Hal ini dapat dijelaskan, karena:
·      Nilai-nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia, sehingga bangsa Indonesia sebagai penyebab adanya nilai-nilai tersebut.
·         Nilai-nilai Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia, sehingga merupakan jati diri bangsa yang diyakini sebagai sumber nilai atas kebenaran, kebaikan, keadilan dan kebijaksanaan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
·         Nilai-nilai Pancasila di dalamnya terkandung nilai-nilai kerokhanian, yaitu nilai kebenaran, keadilan, kebaikan, kebijaksanaan, etis, estetis, dan nilai religius yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia dikarenakan bersumber pada kepribadian bangsa. Oleh karena nilai-nilai Pancasila yang bersifat objektif dan subjektif tersebut, maka nilai-nilai Pancasila bagi bangsa Indonesia menjadi landasan, menjadi dasar serta semangat bagi segala tindakan atau perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan bernegara. Nilai-nilai Pancasila merupakan nilai-nilai yang digali, tumbuh dan berkembang dari budaya bangsa Indonesia yang telah berakar dari keyakinan hidup bangsa Indonesia.
Dengan demikian nilai-nilai Pancasila menjadi ideologi yang tidak diciptakan oleh negara melainkan digali dari harta kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat Indonesia sendiri. Sebagai nilai-nilai yang digali dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat Indonesia sendiri, maka nilai-nilai Pancasila akan selalu berkembang mengikuti perkembangan masyarakat Indonesia.Sebagai ideologi yang tidak diciptakan oleh negara, menjadikan Pancasila sebagai ideologi juga merupakan sumber nilai, sehingga Pancasila merupakan asas kerokhanian bagi tertib hukum Indonesia, dan meliputi suasana kebatinan (Geistlichenhintergrund) dari Undang-Undang Dasar 1945 serta mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar negara.Pancasila sebagai sumber nilai mengharuskan Undang-Undang Dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah, penyelenggara negara termasuk pengurus partai dan golongan fungsional untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang cita-cita moral rakyat yang luhur.



BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Setelah memperhatikan isi dalam pembahasan di atas, maka dapat penulis tarik kesimpulan sebagai berikut:
Sekalipun pengertian ideologi bervariasi, tetapi jika dicermati sesungguhnya terkandung inti-inti kesamaan. Kesamaan-kesamaannya, yakni ideologi adalah prinsip, dasar, arah, dan tujuan dalam kehidupan. Selain mengetahui pengertian ideologi, kita juga harus mengetahui fungsi ideologi. Ideologi berfungsi mendasari kehidupan masyarakat sehingga mampu menjadi landasan, pedoman, dan bekal serta jalan bagi suatu kelompok, masyarakat, bangsa, dan negara.
..

3.2    Saran
Adapun saran penulis kepada pembaca agar pembaca dapat mengetahui bahwa pancasila sangat penting  sebagai ideologi nasional dan bagi kehidupan kita, dan agar pembaca dapat melaksanakan atau bisa menerapkan di kehidupa.
Perlu adanya penelitian atau study banding kedepannya agar memperlengkap pengetahuan tentang pancasila sebagai ideologi nasional.
Selain dari pada itu, penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan karena kami masih dalam proses pembelajaran.Dan yang kami harapkan dengan adanya makalah ini,dapat menjadi wacana yang membuka pola pikir pembaca dan memberi saran yang sifatnya tersirat maupun tersurat.







DAFTAR PUSTAKA

http://abyaliasbrian.blogspot.co.id/2016/10/makalah-tentang-pancasila-sebagai.html


Sekian contoh makalah tentang Pancasila Sebagai Ideologi Nasional, Semoga bermanfaat

Jumat, 03 April 2015

Cara Cropping Atau Memotong Photo Dengan Photoshop

Kenapa kita harus melakukan crop foto? Karena photo hasil pemotretan tidak sesuai dengan keinginan kita, sehingga bagian yang tidak kita kehendaki harus kita buang dengan memotongnya.


Contoh foto yang akan saya gunakan adalah sebuah photo atau gambar berukuran 3R berwarna. Pada gambar di atas menampilkan Selengkapnya inilah tips dan triks panduan cara melakukan crop foto.

Ok Langsung saja Kita Mulai :
  1. Buka foto di Aplikasi photoshop.
  2. Klik menu Window => Conteng (Tool) dan (Option) => Crop Tool (C). Akan muncul kotak Tools seperti gambar di bawah ini.


Ada beberapa pilihan tentang cara cropping foto di photoshop :
1.    Hasil Crop Foto mempunyai ukuran tetap

Caranya :

  • Klik Front Image pada Option Bar. Lihat isian Width dan Height otomatis menjadi 3R yaitu ukuran foto awal.

  • Drag dari pojok foto ke pojok yang lain kemudian lepaskan. Sejauh mana kita melepaskannya? Sejauh kebutuhan.

  • Jika Sudah Tekan Enter
  • Selesai. Foto hasil crop foto di photoshop mempunyai ukuran sama persis dengan foto asli namun dengan kualitas menurun. Foto di bagian luar garis crop akan hilang atau terpotong. Kita bisa menentukan bagian mana yang akan kita potong. Tentu saja dengan cara crop foto dengan photoshop

2.    Foto hasil Crop berkualitas tetap

Caranya:
  • Klik Clear pada Option Bar. Lihat isian pada Width, Height, dan Resolution menjadi nol.

  • Cara memotongnya sama dengan cara yang pertama, Drag dari pojok gambar ke pojok yang lain.
  • Jika sudah Tekan Enter
  • Selesai.
Hasil crop foto mempunyai kualitas sama dengan foto awal, namun ukuran menjadi lebih kecil dari semula. Ukurannya tergantung dari seberapa jauh kita memotongnya.

3.    Hasil Crop Foto berukuran tertentu
Misalnya kita ingin memotong foto di photoshop mengadi ukuran 5 R,
caranya:
  • Pada Option Bar isilah Width = 5 In (Inches) / 12,7 cm, Height = 7 In (Inches) / 17,78 cm resolusi = 300 pix/Inch. Biasanya ukuran 5 R secara Default sudah ada di photoshop dalam satuan In/Inches.

  • Cara memotongnya sama dengan cara yang pertama dan yang ke dua
  • Jika sudah Tekan Enter.
  • Selesai.

Sekian Tutorial tentang Cara Cropping Atau Memotong Photo Dengan Photoshop, Semoga bermanfaat

Biografi Leonard Kleinrock dan Sejarah Penemuan Internet



Internet yaitu jaringan computer global yang bisa dibuka oleh computer serta saling terhubung pada computer satu dengan computer yang lain di Dunia.
 
Biografi Leonard Kleinrock


Leonard Kleinrock dikenal dengan sebutan ayah/ bapak Internet serta lagi rame dikatakan sebagai penemu internet itu sendiri. Lahir di New York City, new york, Amerika Serikat, 13 juni 1934.

Pada bulan Agustus tahun 1962, J.C.R Licklider dari MIT (Massachuet Institute of Technology) mengemukakan sebuah konsep bahwa interaksi sosial dapat dilakukan juga melalui sebuah jaringan komputer. Konsep ini dikenal dengan nama sistem kerja galatic network. Licklider ini mempunyai vise sebuah jaringan komputer global yang saling berhubungan di mana setiap orang dapat mengakses data dan program secara tepat dari tempat di manapun. Semangat konsep tersebut sangat sesuai dengan konsep internet sekarang ini. Lincklider adalah  pimpinan pertama riset program komputer dari proyek DARPA, yang dimulai pada bulan Oktober tahun 1962. Selama DARPA, Licklider bekerja sama dengan Ivan Sutherland. Bob Taylor dan Lawrence G. Roberts Leonard Kletirock di MIT mempublikasikan tulisannya berjudul “The first paper on packet switching theory” dalam bulan Juli tahun 1961 dan “The first book on the subject” tahun 1964. Kleinrock sepaham dengan Roberts dalam teori kelaykan komunikasi mempergunakan sistem paket data daripada hanya mempergunakan sebuah rangkaian elektronik. Teori ini merupakan cikal bakal adanya jaringan komputer.

Langkah penting lainnya adalah membuat komputer dapat saling berkomunikasi secara bersama-sama. Untuk membuktikan hal tersebut, pada tahun 1965 Roberts bekeja sama dengan Thomas Merrill, menghubungkan komputer TX-2 yang ada di Mass dengan komputer Q-32 yang ada di California dengan mempergunakan sebuah saluran dengan dial-up yang berkecepatan rendah. Ini merupakan jaringan komputer pertama yang luas dan dibuat untuk pertama kalinya dalam skala kecil. Hasil dari percobaan ini membuktikan bahwa penggunaan waktu dalam komputer-komputer tersebut dapat bekerja dengan baik, menjalankan program, mengambil atau mengedit data seperti yang biasa dilakukan pada sebuah mesin dengan remote controlnya.

Pada tahun 1966 Roberts pergi ke DARPA untuk mengembangkan konsep jaringan komputer dan dipublikasikan pada tahun 1967. Pada waktu yang bersamaan, Donald Davies dan Roger Scantlebury dari NPL menulis makalah yang berhubungan dengan konsep paket pada jaringan komputer. Berdasarkan kurun waktu, kelompok peneliti dari MIT bekerja pada tahun 1961-1967. Kelompok dari RAND bekerja pada tahun 1962-1965 dan kelompok NPL bekerja pada tahun 1964-1967. Kata paket telah diadopsi dari hasil kerja kelompok NPL dan diusulkan dipergunakan dalam saluran komunikasi data ARPANET. Sehingga komunikasi data dalam proyek itu diubah dari 22 kbps menjadi 50 kbps.

Bulan Agustus tahun 1968, setelah Roberts dan penyandang dana proyek DARPA merevisi struktur dan spesifikasi ARPANET. DARPA mengembangkan salah satu komponen kunci paket data yang disebut Interface Message Processor (IMP). Topologi dan ekonomi jaringan dirancang dan dioptimisasi oleh Roberts bersama Howard Frank dan tim lainnya dari Network Analysis Corporation. Pengukuran sistem jaringan dilakukan oleh tim pempinan Kleinrock di UNCLA.

Karena pada awalnya dilakukan pengembangan teori paket data oleh Kleinrock, maka Network Meassurement Center yang dibangun Kleinrock di UNCLA terpilih sebagai note pertama proyek ARPANET. Hal ini terjadi pada awal September 1969 di mana host pertama komputer pertama telah tersambung. Sebagai node kedua dipilih dari proyek Dough Englebart yang mengerjakan augmentation of human intellect di Stanford Research Insttitute (SRI). SRI mendukung Network Information Center sebagai pemiliharaan tabel nama host addres mapping sesuai dengan direktori RFC’s.

Sebulan kemudian, pada saat SRI telah telah tersambung ke ARPANET, pesan pertama dari host ke host telah dikirimkan dari laboratorium Kleinrock ke SRI.  Dua node lainnya segera dibangun di UC Santa Barbara di University of Utah. Pada Akhir tahun 1969, empat komputer host telah bergambung bersama dalam  inisial ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) maka cikal bakal internet telah lahir.

Jaringan dalam ARPANET menghubungkan pusat penelitian Departement Pertahanan AS dengan pusat penelitian di universitas-universitas di AS. Pada perkembangannya banyak lembaga pemerintahan yang lain seperti perpustakaan dan kelompok-kelompok bisnis bergabung dengan jaringan ini. ARPANET dirancang untuk menghadapi kemungkinan serangan nuklir. Jika musuh menyerang salah satu titik pada jaringan Internet, sistem ini dirancang, sedemikian rupa sehingga jaringan tersebut tidak akan lumpuh. Hal ini dimungkin-kan karena sistem ini menggunakan rute-rute alternatif sehingga jaringan internet tidak memiliki pusat dalam jaringan.

Karena tidak adanya sentralisasi maka jaringan internet dapat berkembang dengan sangat cepat. Siapapun dapat bergabung dengan menambah jumlah komputer dan jaringan lokal dalam internet. Bulan Desember tahun 1970. Network Working Group (NWG) menyelesaikan protokol dalam ARPANET yang sering disebut Network Control Protocol (NCP). ARPANET secara lengkap mempergunakan NCP selama periode 1971-1972 dan para pengguna jaringan komputer akhirnya dapat melakukan pengembangan aplikasinya. 

Pada tahun 1971 ada sekitar 15 node (23 host) yang ada dalam ARPANET yang menciptakan pesan dalam berkomunikasi. Pesan melalui jaringan ini disebut e-mail, yang sampai saat ini dipakai dalam berkomunikasi. Bulan Oktober tahun 1972. Kahn telah mengorganisasikan sebuah demonstrasi besar dan sukses ARPANET di International Computer Communication Conference (ICCC). Ini merupakan pertama kalinya diperkenalkan ke masyarakat luas. Dalam demo ini diperkenalkan instilah e-mail (electronic mail). Dalam bulan Maret, Roy Tomlinson dari BBN membuat program penulisan pesan e-mail pertama. Hal ini dilakukan atas dorongan kebutuhan ARPANET akan sebuah mekanisme koordinasi yang mudah. Dalam bulan Juli, Roberts mengembangkan utility dengan membuat program e-mail utility pertama ke dalam daftar, pemilihan untuk pembacaan file, meneruskan (forward) dan memberikan jawaban sebuah pesan. 

Dari penemuan ini maka e-mail merupakan aplikasi yang paling banyak dipergunakan dalam jaringan komputer selama beberap dekade. Pada tahun 1973, hubungan international dilakukan pertamakali ARPANET yaitu universitas College of London di Inggrus dengan Royal Radar Establishment (Norway). Pada waktu itu dirancang ethernet yang menjadi dasar hubungan jaringan lokal (local area network). Selain itu dirancang gateway yang merupakan penghubung jaringan-jaringan yang arsitektirnya berbeda-beda dan pengenalan file transfer protocol sebagai sarana komputer untuk mengirim dan menerima data.

Pada tahun 1974 TCP mulai banyak digunakan sebagai dasar dalam komunikasi di  Internet. Dan dalam waktu yang bersamaan ditemukan telnet, yang merupakan versi komersial dari ARPANET.  Pada tahun 1976 penggunaan jaringan pada internet semakin banyak. AT & T Bell Laboratories mengembangkan UUCP (Unix to Unix Copy) yang disebarluaskan dengan sistem operasi Unix. Pada waktu itu Unix masih menjadi sistem operasi di universitas-universitas dan badan-badan penelitian. Tahun berikutnya, jumlah host yang mengakses internet bertambah bahkan menembus angka 100. Pada waktu itu THEORYNET menyediakan e-mail ke lebih dari 100 peneliti di bidang komputer dan menggunakan protokol Internet melalui gateway.

Sekitar 1979 situs-situs multiuser yang interaktif mulai dibuat dan banyak  fasilitas lainnya yang ditemukan dan menambah fasilitas dalam. Di antaranya, newsgroup, www dan masih banyak lainnya.  Di awal 1980-an, ARPANET terpecah menjadi dua jaringan, yaitu ARPANET dan Milnet (sebuah jaringan militer). Tetapi keduanya mempunyai hubungan sehingga komunikasi latar jaringan tetap dapat dilakukan. Pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA itnernet, tapai lama-kelamaan disebut sebagai iternet saja. 

Di tahun 1986 lahir National Science Foundation Network dengan 5 buah pusat super komputer. Jaringan ini kemudian berkembang untuk menghubungkan berbagai jaringan akademis lainnya yang terdiri atas universitas dan konsorsium-konsorsium riset, NSFNET mulai menggantikan ARPANET sebagai jaringan riset utama di Amerika Pada bulan Maret 1990 ARPANET secara resmi dibubarkan. Pada saat NSFNET dibangun, berbagai jaringan internasional didirikan dan dihubungkan ke NSFNET. Australia, negara-negara Skandinavia, Inggris, Perancis, Jerman, Kanada dan Jepang segera bergabung. Pada saat ini Internet terdiri atas lebih dari 15000 jaringan yang mengelilingi dunia (70 negara di 7 benua). Sekitar 25 juta orang dapat saling mengirimkan pesan melalui internet dan jaringan-jaringan lain terhubung dengannya. Pemakaiannya sudah bukan murni untuk riset saja, tetapi mecakup kegiatan sosial, komersial (melalui jaringan antar komersial bernama CIX) budaya dan lain-lain. Saat ini kebanyakan orang menyebut internet sebagai struktur fisik jaringan, yang terdiri dari komputer client dan server serta line telepon yang menghubungkan segala sesuatunya. Beberapa macam layanan telah dikembangkan selama bertahun-tahun untuk dipakai sebagai fasilitas berbagai informasi antar bermacam-macam situs yang ada di internet.

Pada awal tahun 1991, modernisasi Internet dimulai. Commercial Internet eXchange (CIX) dibentuk setelah NSF mengangkat batasan-batasan penggunaan komersial dari jaringan. Dalam hal ini mekanisme untuk index dan akses informasi di internet semakin diperluas. Pengembangannya internet diperluas, misalnya: e-mail message, teks, computer code, image, graphics, sound files, database dan aplikasi lainnya. Kemampuan teknis pencarian data yang lebih baik juga diimplementasikan, yaitu dengan keyword search. Munculnya World Wide Web (WWW) menambah variasi dalam aplikasi internet serta lebih poluler, karena dalam WWW aspek multimedia bisa masuk dan lebih mudah untuk  diakses.

Sekian artikel tentang Biografi Leonard Kleinrock dan Sejarah Penemuan Internet, semoga bermanfaat

Biografi Johannes Gutenberg (Sang Penemu Printer / Mesin Cetak)


Printer (Pencetak) adalah alat yang menampilkan data dalam bentuk cetakan, baik berupa teks maupun gambar/grafik, di atas kertas. Pencetak biasanya terbagi atas beberapa bagian, yaitu penggetil picker sebagai alat mengambil kertas dari baki . Baki ialah tempat menaruh kertas. Tinta atau tinta bubuk toner adalah alat pencetak sesungguhnya, karena ada sesuatu yang disebut tinta atau tinta bubuk yang digunakan untuk menulis/mencetak pada kertas. Perbedaan tinta bubuk dan tinta ialah perbedaan sistem; tinta bubuk atau laser butuh pemanasan, sedangkan tinta atau sembur tinta tak butuh pemanasan, hanya pembersihan pada hulu pencetak (print-head) tersebut. mencetak di atas kertas, kain, kaca, film putih, ebonit, dll. Ada pula kabel lentur untuk pengiriman sinyal dari pengolah pencetak ke tinta atau tinta bubuk. Kabel ini tipis dan lentur, namun kuat. Pada bagian belakang pencetak biasanya ada colokan sejajar atau USB untuk penghubung ke komputer.

Biografi Johannes Gensfleisch Zur Laden Zum Gutenberg


Johannes Gensfleisch Zur Laden Zum Gutenberg atau biasa di panggil Gutenberg lahir di kota Mainz, Jerman, sebagai putra bungsu dari pedagang kelas atas Friele Gensfleisch zur Laden, dari istri keduanya, Else Wyrich. Menurut beberapa laporan Friele adalah seorang tukang emas untuk uskup di Mainz, namun kemungkinan besar ia juga melakukan perdagangan kain sebagai sumber penghasilannya. Tahun kelahiran Gutenberg tidak diketahui persis namun kemungkinan besar sekitar 1398.
Ia menerima latihan awal sebagai seorang tukang emas. Pada tahun 1411, terjadi pemberontakan di Mainz, sehingga dia harus pindah ke Strasbourg dan tinggal di sana selama 20 tahun. Di Strasbourg, dia menyambung hidupnya dengan membuat barang yang terbuat logam. Gutenberg menghasilkan hiasan kecil bercermin untuk dijual kepada peziarah agama Kristen. Dia kemudiannya pulang ke Mainz dan bekerja sebagai seorang tukang emas.

Sejarah Penemuan Mesin Cetak Gutenberg


Karya Johannes Gutenberg dalam mesin cetak di mulai sekitar 1436 ketika dia sedang bekerja sama dengan Andreas Dritzehan, seseorang yang pernah dibimbing oleh Gutenberg dalam pemotongan batu permata, dan Andreas Heilmann, pemilik pabrik kertas. Tetapi rekor resmi itu baru muncul pada tahun 1439 ketika ada gugatan hukum melawan Gutenberg, saksi-saksi yang ada membicarakan mengenai cetakan Gutenberg, inventaris logam (termasuk timah), dan cetakan ketikannya.
Masyarakat di Eropa pada saat itu juga sedang mengembangkan cetakan yang dapat dipindah-pindahkan, termasuk pandai emas Procopius Waldfoghel dari Perancis dan Laurens Janszoon Coster dari Belanda. Tetapi, mereka tidak dikenal karena telah menyumbang kemajuan spesifik kepada mesin cetak.

Gutenberg adalah orang pertama yang membuat cetakan dari campuran timbal, timah, dan antimon yang kritis untuk menghasilkan cetakan tahan lama yang menghasilkan buku cetak bermutu tinggi dan terbukti menjadi lebih cocok untuk percetakan daripada cetakan tanah liat, kayu atau perunggu yang diciptakan di Asia Timur. Hal ini merupakan sebuah pengetahuan yang didapatnya pada saat Gutenberg bekerja untuk seorang pandai emas professional. Untuk membuat cetakan timbal ini, Gutenberg menggunakan sesuatu yang membuat penemuannya dipertimbangkan sebagai penemuan yang paling cerdik, matriks istimewa memungkinkan pembentukan cetakan baru yang cepat dan tepat dari kerangka yang seragam.
 Gutenberg juga diakui karena memperkenalkan tinta berbasis minyak yang lebih tahan lama dibandingkan tinta berbasis air yang dulu dipergunakan. Sebagai bahan percetakan dia menggunakan naskah yang terbuat dari kulit binatang dan kertas, yang terakhir diperkenalkan di Eropa dari Cina dengan menggunakan cara orang Arab beberapa abad yang lalu.

Di dalam kitabnya, Gutenberg membuat percobaan terhadap percetakan berwarna untuk beberapa bagian awal halaman, tersedia hanya dalam beberapa salinan. Karya baru-barunya, The Mainz Psalter yang dikeluarkan pada tahun 1453, sepertinya di disain oleh Gutenberg tetapi diterbitkan di bawah terbitan penggantinya, Johann Fust dan Peter Schöffer, menggunakan huruf cetak awal berwarna merah dan biru yang rumit.
Majalah Life menganggap Mesin Cetak adalah penemuan yang paling luar biasa pada 1000 tahun terakhir. Penting untuk disadari bahwa abjad mungkin merupakan kunci keberhasilan mesin cetak.


Sekian artikel tentang Biografi Johannes Gensfleisch Zur Laden Zum Gutenberg (Sang Penemu Printer / Mesin Cetak), Semoga bermanfaat

Biografi Douglas Engelbart (Sang Penemu Mouse Komputer)



Mouse (Tetikus) Adalah Alat Yang Digunakan Untuk Memasukkan Data Ke Dalam Komputer Selain Keyboard. Tetikus Memperoleh Nama Demikian Karena Kabel Yang Menjulur Berbentuk Seperti Ekor Tikus. 

Biografi Douglas Engelbart


Douglas Engelbart lahir dengan nama asli Douglas Charles Engelbart pada tanggal 30 Januari 1925 di kota Oregon, Amerika Serikat. Merupakan  anak bungsu dari pasangan Louis Engelbart dan Gladys Charlotte Amelia Munson ini. Douglas menikahi istri pertamanya Ballard yang memberinya empat orang anak bernama Gerda, Diana, Christina dan Norman pada tahun 1950. Setelah Ballard meninggal pada tahun 1997, Douglas kemudian menemukan cinta keduanya pada seorang penulis bernama Karen O’Leary. Keduanya menikah pada tahun 2008.

Mengenai rekan jejak pendidikannya, setelah menamatkan jenjang sekolah menengah, Douglas muda memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Oregon State University. Namun ketika terjadi perang dunia ke-2, ia masuk menjadi angkatan laut dan membawahi bidang teknisi radar di Filipina selama dua tahun. Di masa-masa itulah Douglas muda sempet membaca buku As We May Think karya Vannevar Bush yang kemudian memberinya semangat serta inspirasi. Ia pun terpacu untuk kembali melanjutkan kuliahnya dan akhirnya berhasil lulus dengan gelar sarjana teknik elektro pada tahun 1948.

Semangat Douglas muda di bidang akademis tak lantas berhenti di situ saja. Ia juga menyelesaikan kuliah di University of California Berkeley dan mendapat gelar Bachelor of Engineering pada tahun 1952. Tiga tahun berselang, ia menyelesaikan studi doktoralnya di bidang ilmu komputer dan teknik elektro. Douglas kemudian memutuskan untuk tinggal di Berkeley untuk mengajar.

Setelah lulus, ia kemudian melihat peluang perkembangan dunia komputer yang masih sangat menjanjikan pada waktu itu hingga akhirnya ia memutuskan untuk mendirikan perusahaan pengembang produk Digital Techniques. Perusahaan tersebut ia dirikan untuk memanfaatkan nilai komersial dari hasil kerja doktoralnya di bidang penyimpanan (storage device). Namun ternyata perusahaan tersebut hanya bertahan selama satu tahun dan Douglas akhirnya memutuskan untuk pindah ke Stanford Research Institute (SRI).

Di Stanford, karir dan ide-ide cemerlang Douglas segera dimulai. Ia berhasil mematenkan dua belas produk penemuan atas nama dirinya. Salah satu proyeknya “Augmenting Human Intellect : A Conceptual Framework” berhasil mendapatkan pendanaan dari agen departemen pertahanan pemerintahan Amerika Serikat dengan tujuan untuk membantu pengembangan teknologi baru untuk kepentingan militer. Douglas akhirnya berhasil mendirikan laboratorium tersendiri di Stanford yang diberi nama Augmentation Research Center (ARC).

Pada masa itu, sebenarnya beberapa alat seperti joystick dan lampu pena telah diciptakan untuk menggerak-gerakkan kursor pada layar. Namun Douglas belum merasa puas dengan keberadaan alat-alat tersebut dan berusaha memproyeksikan keunggulan dan kekurangan berbagai alat penunjuk tersebut untuk menghasilkan produk baru yang lebih unggul.

Akhirnya pada tahun 1967, ia dan rekannya Bill English berhasil menciptakan sebuah alat dari kayu dengan dua bola besi di bagian bawahnya. Alat tersebut didefinisikan sebagai indikator posisi X-Y untuk display system. Penemuan inilah yang dinamakan mouse dan menjadi cikal bakal keberadaan mouse modern saat ini. Indikator penunjuk kursor ini disebut mouse karena memiliki kabel di ujungnya yang menyerupai ekor tikus. Sebuah penemuan penting akhirnya lahir dari tangan seorang penemu yang berdedikasi tinggi bagi dunia pendidikan dan teknologi komputer.


Banyak sekali hal yang dapat diteladani dari Douglas Engelbart. Sebagai seorang penemu besar di bidang teknologi komputer, ia tak hidup secara berlebihan dan senantiasa setia mendedikasikan ide-idenya bagi dunia ilmu pengetahuan. Setelah memasuki masa pensiun tahun 1986, Dou

glas bersama putrinya memanfaatkan dana yang tak terlalu besar untuk mendirikan Bootstrap Institute yang banyak menyelenggarakan seminar pendidikan dan teknologi.

Bahkan ia tak pernah menerima royalti dari penemuannya tersebut. Ia berkata bahwa SRI lah yang telah memegang hak paten mouse tapi mereka tidak tahu seberapa berharganya nilai perangkat mouse tersebut. Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian hak paten tersebut dijual pada perusahaan Apple dengan nilai fantastis mencapai US$ 40000. Dengan segala sifat kerendahan hati dan dedikasinya, tak mengherankan bila pada tahun 2008 ia dianugerahi predikat kehormatan “Mother of All Demos” dari SRI International.

Setelah didiagnosa Alzheimer pada tahun 2007 dan mengalami gagal ginjal, Douglas Engelbart menghembuskan nafas terakhirnya pada 2 Juli 2013 di Atherton. Semoga semakin banyak ilmuwan dan penemu-penemu yang lahir dengan semangat dedikasi yang tinggi dan kesetiaan dalam bidang pendidikan seperti apa yang telah Douglas Engelbart lakukan.


Sekian Artikel tentang Biografi Douglas Engelbart (Sang Penemu Mouse Komputer), Semoga bermanfaat

Terimakasih Sudah mengunjungi Blog Mas Brian, Jangan lupa Klik Iklan Untuk Support blog Mas Brian

Recent Comments Widget with Avatar by Tutorial Blogspot